Senin, 31 Januari 2011

Fase-fase Pernikahan

Ketika menikah, banyak orang yang menganggap bahwa mereka akan selalu merasakan perasaan cinta yang meluap-luap sebagaimana yang mereka rasakan saat memasuki gerbang pernikahan. Sebenarnya setiap pernikahan melewati berbagai tahapan yang berbeda. Beberapa pasangan mungkin lebih menikmati tahapan-tahapan ini dibandingkan pasangan lainnya, namun pada akhirnya semua itu layak dihadapi karena pasangan sedang bergerak menuju sesuatu yang indah. Tentu saja fase terakhir merupakan fase yang tidak semua pasangan pernah mengalaminya karena mereka tidak menyadari adanya fase-fase ini dan memilih untuk menyerah di tengah jalan.

Lama menikah diklasifikasikan berdasarkan fase-fase yang dilalui dalam kehidupan perkawinan, namun fase-fase ini tidak statis, artinya setiap pasangan bisa mencapai atau melalui fase-fase pernikahan dengan waktu yang berbeda dengan pasangan lain.

 

1.      Fase Awal Pernikahan

Fase ini merupakan salah satu yang terbaik karena rasanya luar biasa. Ini adalah masa dalam hidup dimana masing-masing pasangan merasa bahwa pasangannya tercipta hanya untuknya dan mereka berpikir bahwa pasangannya tersebut sempurna, walaupun dalam kehidupan sebenarnya mungkin hanya tampak sempurna.

Ketika seseorang berada di dalam tahap awal pernikahan ini, mereka akan memiliki lebih banyak energi, akan merasa hebat, akan memiliki cara pandang yang sangat positif, dan merasa tidak cukup kata untuk menggambarkan betapa luar biasanya pasangannya. Masa ini merupakan waktu yang menyenangkan dalam pernikahan karena masing-masing pasangan tidak bisa terpisah satu sama lain dan mereka menghabiskan banyak waktu untuk bermimpi tentang masa depan bersama-sama. Fase ini pada umumnya berlangsung pada usia pernikahan 0-5 tahun.

 

2.      Fase Cooling Off

Ini merupakan fase yang seringkali memungkinkan terjadinya perceraian dan ketegangan di dalam hubungan rumah tangga. Masa-masa awal pernikahan dimana semua perasaan cinta yang meluap-luap itu mulai berkurang dan hal ini dikarenakan sebagian besar bahan kimia di dalam otak kita mulai kembali normal. Kita merasa begitu luar biasa pada fase pertama dari pernikahan dan saat ini kita mulai bertanya-tanya apa yang telah terjadi, apakah kita telah menikah dengan orang yang tepat, dan kenapa orang ini tidak lagi membuat kita merasa baik. Banyak orang yang mulai bertanya-tanya apakah mereka harus mengakhiri pernikahan daripada harus hidup seperti ini.

Dalam periode ini sering terjadi perebutan kekuasaan di dalam hubungan. Setiap pribadi mencoba berjalan sesuai dengan kehendaknya sendiri, menetapkan standar, dan selalu merasa benar. Dalam kenyataannya banyak pasangan yang berjuang di mana kedua belah pihak merasa benar dan hal ini menyebabkan timbulnya banyak ketegangan. Hal yang luar biasa adalah tahap ini mengarahkan pasangan kepada hal-hal yang lebih besar dan lebih baik jika bisa tetap bertahan. Fase ini harus dilewati, dan biasanya terjadi pada usia pernikahan antara 5-10 tahun.

 

3.      Fase Berbagi Dan Berubah

Jika berhasil melewati tahap kedua, akan menghadapi tahap ketiga dan keempat. Hal yang luar biasa adalah ketika berada dalam fase ini, pasangan akan menyadari bahwa hubungan ini bisa terasa indah. Orang yang menyadari hal ini lebih dulu akan memimpin dan membantu pasangannya untuk tidak lagi terlalu kuatir dan frustrasi dan sejalan dengan waktu mereka mulai bekerja sama untuk meminta apa yang diinginkan, mengubah perilaku, dan melangkah maju menemukan kebahagiaan sebagai pasangan suami istri. Kedua tahapan ini berjalan seiring karena inilah saat-saat penemuan kebenaran besar dalam hubungan mereka dan merealisasikannya melalui tindakan dengan mengubah apa yang perlu diubah dan melakukannya untuk membuatnya menjadi semakin luar biasa. Tahapan ini berlangsung pada pasangan dengan usia pernikahan antara 10-25 tahun.

 

4.      Fase Cinta Sejati

Jika sampai pada fase ini, pasangan akan merasa seolah-olah semua perjuangan mereka tidak sia-sia. Setiap hubungan mencapai tahap ini pada waktu yang berbeda. Bagi beberapa pasangan mereka membutuhkan waktu sampai 30 tahun, bagi pasangan lain mungkin hanya lima atau sepuluh tahun. Tetapi tidak perlu terburu-buru untuk mencapai tahap ini karena semuanya adalah sebuah proses. Ketika sampai pada tahap ini, pasangan akan memiliki hubungan mendalam yang penuh dengan sukacita dan gairah dan dapat mulai bersenang-senang bersama lagi, bahkan mungkin lebih dari sebelumnya. Pada umumnya pasangan akan mencapai fase ini setelah usia pernikahan mencapai 25 tahun atau lebih.

 

1 komentar:

Gals pinks mengatakan...

Kak,boleh tau ga ini teorinya sp???
dari buku apa???hehe..buat refrensi skripsi nich...^^