Selasa, 15 Februari 2011

JANGAN REMEHKAN SUKSES-SUKSES KECIL

Kalau dilihat dari berbagai jawaban yg diterima atas pertanyaan "Apa yang Anda maksud dengan sukses", (lihat bagian pertama),  dapat disimpulkan bahwa umumnya orang melihat sukses itu sebagai sesuatu yang besar, yang diraih dalam jangka panjang. Atau paling tidak jangka menengah. Ini adalah kekeliruan yang perlu diluruskan.

Sukses tidak harus selalu dikaitkan dengan tujuan utama (TU) yang besar dan jangka panjang atau jangka menengah. Sukses juga bisa menyangkut TU kecil dan jangka pendek. Bahkan sangat pendek, misalnya mingguan, harian. Bahkan berdasarkan unit kegiatan, mungkin dalam hitungan jama atau menit. Inilah yang saya maksud dengan sukses-sukses kecil. Dan sukses kecil itu jangan sampai diremehkan. Mari kita lihat contoh berikut.

Jika Anda akan menghadiri suatu pertemuan, maka TU Anda sewaktu berangkat dari rumah adalah "sampai di tempat tujuan tepat waktu, dan dalam keadaan selamat".  TU kecil ini sering dilupakan orang. Akibatnya, sewaktu TU itu tercapai (dalam contoh Anda sampai ditempat pertemuan tepat waktu dan dalam keadaan selamat) Anda tidak menghargainya sebagai suatu kesuksesan. Padahal itupun adalah sukses yang harus dihargai dan disyukuri. Seyogyanya, begitu sampai ditempat pertemuan, Anda bergembira dengan "sukses kecil" tersebut. Dan yang terpenting SYUKURI. Karena bagi siapa yang pandai bersyukur , Tuhan akan menambah nikmatnya. (lihat QS Ibrahim; 14 : 07)

Sukses-sukses kecil ini terjadi hampir setiap saat disepanjang hari. Tetapi kita sering meremehkannya.  Akibatnya, kita lupa bersyukur, dan  "sense of success" tidak bertumbuh kembang dalam kesadaran kita. Ini akan berpengaruh tidak baik terhadap pencapaian sukses besar/jangka panjang.

Tetapi tunggu dulu. Betulkah Anda sukses, pada saat Anda sampai ditempat pertemuan, tepat  waktu dan selamat? Sepanjang dikaitkan dengan pencapaian TU, ya, jelas. Tetapi dikaitkan dengan pengertian sukses secara lengkap, seperti yang dikemukakan dalam tulisan terdahulu, masih perlu dilihat lagi, apakah dalam mencapai TU (kecil) tadi Anda tidak mengganggu hak orang lain (HOL)?  Misalnya karena Anda  tidak mau terlambat, Anda telah menyerobot lampu merah, atau mengambil jalan orang lain. Berarti Anda mencapai TU dengan mengganggu HOL. Berarti Anda belum sukses.  Anda baru mencapai tujuan, tetapi dengan melakukan (maaf) kezholiman. (lihat QS Ibrahim; 14 : 42)

Andaikan dalam perjalanan Anda memang tidak ada mengganggu HOL, bahkan Anda menghormatinya, maka barulah Anda sukses. Namun itu juga masih merupakan sukses kelas rendah. Kenapa? Karena ada satu hal lagi yang perlu ditanyakan. Apakah sepanjang perjalanan itu Anda ada berbuat baik kepada orang lain (BOL)? Misalnya bersedekah kepada  pengemis yang dijumpai. Atau tersenyum kepada pejalan kaki yang Anda dahulukan. Maka bersyukurlah. Karena dalam waktu 20, atau 30, atau mungkin 60 menit yang Anda pergunakan untuk mencapai TU (kecil), Anda telah mencapainya tanpa mengganggu HOL, dan malah sudah berbuat baik kepada orang lain (BOL). Ini baru sukses. Sukses, walaupun dalam mencapai TU kecil.

(Sampai disini, saya mengajak Anda untuk berhenti sejenak. Duduklah dengan tenang, ambil nafas yang dalam. Kemudian silakan Anda merenungkan contoh-contoh lain dalam keseharian Anda. Saya yakin sangat banyak sukses-sukses kecil dalam kehidupan Anda, yang terlupakan, dan tidak disyukuri).

Akumulasi sukses-sukses kecil tersebut akan memberi dampak sangat positif dalam usaha Anda mencapai sukses yang lebih besar.  Sense of success akan bertumbuh kembang dalam kesadaran Anda. Rasa percaya diri akan meningkat. Dan yang tak kalah pentingnya, Anda telah mengumpulkan  tiga kebaikan (bersusah payah mencapai tujuan, tidak berbuat kezholiman, dan berbuat kebaikan) dalam satu kegiatan. Dan betapapun kecilnya kebaikan itu, percayalah bahwa Tuhan mengetahui, mencatat, dan akan memberikan imbalan. (lihat QS Al-zalzalah; 99 : 07).

Dampak positif lain yang akan Anda peroleh dalam sukses kecil tersebut adalah Anda akan menjadi terbiasa dengan kesuksesan. Sense of success akan terekam dalam alam bawah sadar Anda. Dan pada waktunya akan mempengaruhi Anda secara  positif. Karena sukses sudah menjadi kebiasaan bagi Anda. Sukses sudah menjadi bagian integral dari kepribadian Anda. Artinya Anda adalah pribadi yang terbiasa  sukses.  Dan karena  sukses sudah menjadi kebiasaan bagi Anda, maka insyaallah tidak ada kesulitan dalam mencapai sukses-sukses lainnya yang lebih besar.


sumber dari: http://buyanur.com/2011/02/12/inspirasi-islam-jangan-remehkan-sukses-sukses-kecil/

Senin, 31 Januari 2011

Fase-fase Pernikahan

Ketika menikah, banyak orang yang menganggap bahwa mereka akan selalu merasakan perasaan cinta yang meluap-luap sebagaimana yang mereka rasakan saat memasuki gerbang pernikahan. Sebenarnya setiap pernikahan melewati berbagai tahapan yang berbeda. Beberapa pasangan mungkin lebih menikmati tahapan-tahapan ini dibandingkan pasangan lainnya, namun pada akhirnya semua itu layak dihadapi karena pasangan sedang bergerak menuju sesuatu yang indah. Tentu saja fase terakhir merupakan fase yang tidak semua pasangan pernah mengalaminya karena mereka tidak menyadari adanya fase-fase ini dan memilih untuk menyerah di tengah jalan.

Lama menikah diklasifikasikan berdasarkan fase-fase yang dilalui dalam kehidupan perkawinan, namun fase-fase ini tidak statis, artinya setiap pasangan bisa mencapai atau melalui fase-fase pernikahan dengan waktu yang berbeda dengan pasangan lain.

 

1.      Fase Awal Pernikahan

Fase ini merupakan salah satu yang terbaik karena rasanya luar biasa. Ini adalah masa dalam hidup dimana masing-masing pasangan merasa bahwa pasangannya tercipta hanya untuknya dan mereka berpikir bahwa pasangannya tersebut sempurna, walaupun dalam kehidupan sebenarnya mungkin hanya tampak sempurna.

Ketika seseorang berada di dalam tahap awal pernikahan ini, mereka akan memiliki lebih banyak energi, akan merasa hebat, akan memiliki cara pandang yang sangat positif, dan merasa tidak cukup kata untuk menggambarkan betapa luar biasanya pasangannya. Masa ini merupakan waktu yang menyenangkan dalam pernikahan karena masing-masing pasangan tidak bisa terpisah satu sama lain dan mereka menghabiskan banyak waktu untuk bermimpi tentang masa depan bersama-sama. Fase ini pada umumnya berlangsung pada usia pernikahan 0-5 tahun.

 

2.      Fase Cooling Off

Ini merupakan fase yang seringkali memungkinkan terjadinya perceraian dan ketegangan di dalam hubungan rumah tangga. Masa-masa awal pernikahan dimana semua perasaan cinta yang meluap-luap itu mulai berkurang dan hal ini dikarenakan sebagian besar bahan kimia di dalam otak kita mulai kembali normal. Kita merasa begitu luar biasa pada fase pertama dari pernikahan dan saat ini kita mulai bertanya-tanya apa yang telah terjadi, apakah kita telah menikah dengan orang yang tepat, dan kenapa orang ini tidak lagi membuat kita merasa baik. Banyak orang yang mulai bertanya-tanya apakah mereka harus mengakhiri pernikahan daripada harus hidup seperti ini.

Dalam periode ini sering terjadi perebutan kekuasaan di dalam hubungan. Setiap pribadi mencoba berjalan sesuai dengan kehendaknya sendiri, menetapkan standar, dan selalu merasa benar. Dalam kenyataannya banyak pasangan yang berjuang di mana kedua belah pihak merasa benar dan hal ini menyebabkan timbulnya banyak ketegangan. Hal yang luar biasa adalah tahap ini mengarahkan pasangan kepada hal-hal yang lebih besar dan lebih baik jika bisa tetap bertahan. Fase ini harus dilewati, dan biasanya terjadi pada usia pernikahan antara 5-10 tahun.

 

3.      Fase Berbagi Dan Berubah

Jika berhasil melewati tahap kedua, akan menghadapi tahap ketiga dan keempat. Hal yang luar biasa adalah ketika berada dalam fase ini, pasangan akan menyadari bahwa hubungan ini bisa terasa indah. Orang yang menyadari hal ini lebih dulu akan memimpin dan membantu pasangannya untuk tidak lagi terlalu kuatir dan frustrasi dan sejalan dengan waktu mereka mulai bekerja sama untuk meminta apa yang diinginkan, mengubah perilaku, dan melangkah maju menemukan kebahagiaan sebagai pasangan suami istri. Kedua tahapan ini berjalan seiring karena inilah saat-saat penemuan kebenaran besar dalam hubungan mereka dan merealisasikannya melalui tindakan dengan mengubah apa yang perlu diubah dan melakukannya untuk membuatnya menjadi semakin luar biasa. Tahapan ini berlangsung pada pasangan dengan usia pernikahan antara 10-25 tahun.

 

4.      Fase Cinta Sejati

Jika sampai pada fase ini, pasangan akan merasa seolah-olah semua perjuangan mereka tidak sia-sia. Setiap hubungan mencapai tahap ini pada waktu yang berbeda. Bagi beberapa pasangan mereka membutuhkan waktu sampai 30 tahun, bagi pasangan lain mungkin hanya lima atau sepuluh tahun. Tetapi tidak perlu terburu-buru untuk mencapai tahap ini karena semuanya adalah sebuah proses. Ketika sampai pada tahap ini, pasangan akan memiliki hubungan mendalam yang penuh dengan sukacita dan gairah dan dapat mulai bersenang-senang bersama lagi, bahkan mungkin lebih dari sebelumnya. Pada umumnya pasangan akan mencapai fase ini setelah usia pernikahan mencapai 25 tahun atau lebih.

 

Sabtu, 22 Januari 2011

PERAWATAN KESEHATAN MATA

Pemenuhan kebutuhan kebersihan diri dan lingkungan merupakan bagian dari kebutuhan dasar manusia. Ini berarti bahwa setiap manusia membutuhkan kenyamanan pada diri dan lingkungan. Dalam memberikan suasana atau mamanuhi kebutuhan tersebut bukan berarti perawat harus membersihkan lingkungan, tetapi bagaimana perawat tersebut menciptakan suasana yang nyaman bagi pasien. Kebutuhan kebersihan diri dan lingkungan sangat penting karena akan berdampak pada proses penyembuhan. Hal ini dapat dilihat pada klien yang mempunyai lingkungan yang nyaman, tenang, dan klien tersebut merasakan kedamaian  sehingga stres yang terdapat pada dirinya akan hilang. Maka, proses pemulihan tubuh akan cepat dibandingkan dengan kondisi lingkungan yang tidak nyaman.

            Terpenuhinya kebutuhan kebersihan diri dan lingkungandapat membangkitkan motivasi klien untuk bekerja sama dalam proses perawatan. Pelaksanaan pemenuhan kebersihan diri dan lingkungan pada klien dilakukan pada pasien yang tidak mampu secara sendiri memenuhi kebutuhan kebersihan diri dan lingkungan.

            Prosedur pemenuhan kebersihan diri dan lingkungan dalam pelayanan keperawatan dapat meliputi menyiapkan tempat tidur tertutup dan terbuka, merawat kulit pada daerah yang tertekan, merawat ranbut, merawat gigi dan mulut, merawat mata, kuku, higiene vulva, dan memandikan pasien.


A.KONSEP DASAR MATA

 

A.1 DEFINISI

 

Struktur dan fungsi mata sangat rumit dan mengagumkan. Secara konstan mata menyesuaikan jumlah cahaya yang masuk, memusatkan perhatian pada objek yang dekat dan jauh serta menghasilkan gambaran yang kontinu yang dengan segera dihantarkan ke otak.


A.2 STRUKTUR & FUNGSI

Mata memiliki struktur sebagai berikut:

Ø      Sklera (bagian putih mata) : merupakan lapisan luar mata yang berwarna putih dan relatif kuat.

Ø      Konjungtiva : selaput tipis yang melapisi bagian dalam kelopak mata dan bagian luar sklera.

Ø      Kornea : struktur transparan yang menyerupai kubah, merupakan pembungkus dari iris, pupil dan bilik anterior serta membantu memfokuskan cahaya.

Ø      Pupil : daerah hitam di tengah-tengah iris.

Ø      Iris : jaringan berwarna yang berbentuk cincin, menggantung di belakang kornea dan di depan lensa; berfungsi mengatur jumlah cahaya yang masuk ke mata dengan cara merubah ukuran pupil.

Ø      Lensa : struktur cembung ganda yang tergantung diantara humor aqueus dan vitreus; berfungsi membantu memfokuskan cahaya ke retina.

Ø      Retina : lapisan jaringan peka cahaya yang terletak di bagian belakang bola mata; berfungsi mengirimkan pesan visuil melalui saraf optikus ke otak.

Ø      Saraf optikus : kumpulan jutaan serat saraf yang membawa pesan visuil dari retina ke otak.

Ø      Humor aqueus : cairan jernih dan encer yang mengalir diantara lensa dan kornea (mengisi segmen anterior mata), serta merupakan sumber makanan bagi lensa dan kornea; dihasilkan oleh prosesus siliaris.

Ø      Humor vitreus : gel transparan yang terdapat di belakang lensa dan di depan retina (mengisi segmen posterior mata).

Cahaya yang masuk melalui kornea diteruskan ke pupil. Iris mengatur jumlah cahaya yang masuk dengan cara membuka dan menutup, seperti halnya celah pada lensa kamera. Jika lingkungan di sekitar gelap, maka cahaya yang masuk akan lebih banyak; jika lingkungan di sekitar terang, maka cahaya yang masuk menjadi lebih sedikit. Ukuran pupil dikontrol oleh otot sfingter pupil, yang membuka dan menutup iris.

Lensa terdapat di belakang iris. Dengan merubah bentuknya, lensa memfokuskan cahaya ke retina. Jika mata memfokuskan pada objek yang dekat, maka otot silier akan berkontraksi, sehingga lensa menjadi lebih tebal dan lebih kuat. Jika mata memfokuskan pada objek yang jauh, maka otot silier akan mengendur dan lensa menjadi lebih tipis dan lebih lemah. Sejalan dengan pertambahan usia, lensa menjadi kurang lentur, kemampuannya untuk menebal menjadi berkurang sehingga kemampuannya untuk memfokuskan objek yang dekat juga berkurang. Keadaan ini disebut presbiopia.

Retina mengandung saraf-saraf cahaya dan pembuluh darah. Bagian retina yang paling sensitif adalah makula, yang memiliki ratusan ujung saraf. Banyaknya ujung saraf ini menyebabkan gambaran visuil yang tajam. Retina mengubah gambaran tersebut menjadi gelombang listrik yang oleh saraf optikus dibawa ke otak.

Saraf optikus menghubungkan retina dengan cara membelah jalurnya. Sebagian serat saraf menyilang ke sisi yang berlawanan pada kiasma optikus (suatu daerah yang berada tepat di bawah otak bagian depan). Kemudian sebelum sampai ke otak bagian belakang, berkas saraf tersebut akan bergabung kembali.

Bola mata terbagi menjadi 2 bagian, masing-masing terisi oleh cairan:

1.      Segmen anterior : mulai dari kornea sampai lensa.

2.      Segmen posterior : mulai dari tepi lensa bagian belakang sampai ke retina.

Segmen anterior berisi humor aqueus yang merupakan sumber energi bagi struktur mata di dalamnya. Segmen posterior berisi humor vitreus. Cairan tersebut membantu menjaga bentuk bola mata.

Segmen anterior sendiri terbagi menjadi 2 bagian:

1.      Bilik anterior : mulai dari kornea sampai iris

2.      Bilik posterior : mulai dari iris sampai lensa.

Dalam keadaan normal, humor aqueus dihasilkan di bilik posterior, lalu melewati pupil masuk ke bilik anterior kemudian keluar dari bola mata melalui saluran yang terletak ujung iris.

        

A.3 OTOT, SARAF & PEMBULUH DARAH

            Beberapa otot bekerja sama menggerakkan mata. Setiap otot dirangsang oleh saraf kranial tertentu. Tulang orbita yang melindungi mata juga mengandung berbagai saraf lainnya.

Ø      Saraf optikus membawa gelombang saraf yang dihasilkan di dalam retina ke otak

Ø      Saraf lakrimalis merangsang pembentukan air mata oleh kelenjar air mata

Ø      Saraf lainnya menghantarkan sensasi ke bagian mata yang lain dan merangsang otot pada tulang orbita.

Arteri oftalmika dan arteri retinalis menyalurkan darah ke mata kiri dan mata kanan, sedangkan darah dari mata dibawa oleh vena oftalmika dan vena retinalis. Pembuluh darah ini masuk dan keluar melalui mata bagian belakang.

 

A.4 STRUKTUR PELINDUNG

            Struktur di sekitar mata melindungi dan memungkinkan mata bergerak secara bebas ke segala arah. Struktur tersebut melindungi mata terhadap debu, angin, bakteri, virus, jamur dan bahan-bahan berbahaya lainnya, tetapi juga memungkinkan mata tetap terbuka sehingga cahaya masih bisa masuk.

Ø      Orbita adalah rongga bertulang yang mengandung bola mata, otot-otot, saraf, pembuluh darah, lemak dan struktur yang menghasilkan dan mengalirkan air mata.

Ø      Kelopak mata merupakan lipatan kulit tipis yang melindungi mata. Kelopak mata secara refleks segera menutup untuk melindungi mata dari benda asing, angin, debu dan cahaya yang sangat terang. Ketika berkedip, kelopak mata membantu menyebarkan cairan ke seluruh permukaan mata dan ketika tertutup, kelopak mata mempertahankan kelembaban permukaan mata. Tanpa kelembaban tersebut, kornea bisa menjadi kering, terluka dan tidak tembus cahaya. Bagian dalam kelopak mata adalah selaput tipis (konjungtiva) yang juga membungkus permukaan mata.

Ø      Bulu mata merupakan rambut pendek yang tumbuh di ujung kelopak mata dan berfungsi membantu melindungi mata dengan bertindak sebagai barrier (penghalang). Kelenjar kecil di ujung kelopak mata menghasilkan bahan berminyak yang mencegah penguapan air mata.

Ø      Kelenjar lakrimalis terletak di puncak tepi luar dari mata kiri dan kanan dan menghasilkan air mata yang encer. Air mata mengalir dari mata ke dalam hidung melalui 2 duktus lakrimalis; setiap duktus memiliki lubang di ujung kelopak mata atas dan bawah, di dekat hidung. Air mata berfungsi menjaga kelembaban dan kesehatan mata, juga menjerat dan membuang partikel-partikel kecil yang masuk ke mata. Selain itu, air mata kaya akan antibodi yang membantu mencegah terjadinya infeksi.

 

A.5 KEBUTAAN

            Cedera dan penyakit pada mata bisa mempengaruhi penglihatan. Kejernihan penglihatan disebut ketajaman visuil, yang berkisar dari penglihatan penuh sampai ke tanpa penglihatan. Jika ketajaman menurun, maka penglihatan menjadi kabur.

            Ketajaman penglihatan biasanya diukur dengan skala yang membandingkan penglihatan seseorang pada jarak 20 kaki dengan seseorang yang memiliki ketajaman penuh. Visuil 20/20 artinya seseorang melihat benda pada jarak 20 kaki dengan ketajaman penuh; sedangkan visuil 20/200 artinya seseorang melihat benda pada jarak 20 kaki, yang oleh orang dengan ketajaman penuh benda tersebut terlihat pada jarak 200 kaki.

            Secara teoritis, kebutaan terjadi jika ketajaman penglihatan lebih buruk dari 20/200 meskipun telah dibantu dengan kaca mata maupun lensa kontak.

Ø      PENYEBAB KEBUTAAN

·        Kebutaan bisa terjadi karena berbagai alasan:

§         cahaya tidak dapat mencapai retina

§         cahaya tidak terfokus sebagaimana mestinya pada retina

§         retina tidak dapat merasakan cahaya secara normal

§         kelainan penghantaran gelombang saraf dari retina ke otak

§         otak tidak dapat menterjemahkan informasi yang dikirim oleh mata.

·        Beberapa penyakit yang bisa menyebabkan kebutaan:

§         Katarak

§         Kelainan refraksi

§         Ablasio retina

§         Retinitis pigmentosa

§         Diabetes

§         Degenerasi makuler

§         Sklerosis multiple

§         Tumor kelenjar hipofisa

§         Glaukoma

§         Kelainan pada daerah otak yang mengolah gelombang visuil akibat stroke, tumor atau penyakit lainnya.






B. FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KESEHATAN MATA

Mata adalah salah satu organ yang paling penting dalam tubuh.  Dan itu adalah mutlak penting untuk merawat mata. Namun, ada beberapa risiko yang mengancam kesehatan mata Baru. Diabetes adalah selalu disertai dengan kadar gula tinggi, yang dapat merusak pembuluh darah dari tubuh, terutama di mata.

Penelitian telah menemukan bahwa kelebihan jumlah gula dalam darah yang disebabkan oleh diabetes dapat meningkatkan risiko beberapa penyakit mata, termasuk katarak, kebocoran darah ke retina, edema makula, degenerasi makula dan glaukoma dan infeksi mata. Alami penuaan tidak dapat dihindari di seluruh dunia.  Dikombinasikan dengan banyak kemungkinan penyakit, diabetes telah menjadi penyebab utama kebutaan di kalangan warga negara Amerika.

Kehilangan visi dalam berbagai derajat sangat umum di kalangan orang tua, khususnya mereka yang di atas 50. Visi kerugian yang disebabkan oleh penuaan alami selalu bertahap dan tidak terlihat. Namun masih ada kondisi kesehatan lain yang secara langsung atau tidak langsung mempengaruhi penglihatan pada orang tua.

Faktor-faktor ini termasuk diabetes tidak terkontrol, tekanan darah, penyakit ginjal, katarak, AMD, air mata dan retina detasemen, glaukoma, diabetes retinopathy dan presbiopia. Ada populasi besar perokok di dunia. Sayangnya, kebanyakan orang tidak menyadari efek dari merokok pada mata. Merokok telah berpikir untuk meningkatkan resiko degenerasi makula dan katarak.

Kebiasaan ini akan mempengaruhi kesehatan mata dengan mempengaruhi tingkat oksigen dalam jaringan okular. Merokok membuat hati seorang perokok untuk bekerja lebih keras dan meningkatkan tekanan darah, yang menjadi kurang efektif dalam menyediakan oksigen yang cukup untuk mata.

Tekanan darah tinggi pada mata dapat menyebabkan kebocoran dan gumpalan kecil. Kebocoran darah ke dalam jaringan sekitar mata biasanya mempengaruhi kemampuan untuk berkonsentrasi. Dan gumpalan di mata mengkonsumsi oksigen berharga dan bahkan menyebabkan hilangnya penglihatan. Donor hipertensi adalah penyakit jantung, diabetes dan penyakit ginjal dalam penundaan.

Gizi juga memainkan peran penting dalam menjaga kesehatan mata baik. Pola makan yang buruk sepanjang dapat mempercepat penuaan. Orang-orang harus makan secara teratur nutrisi bermanfaat seperti anti-oksidan termasuk vitamin A, C dan E dan lemak sehat seperti omega-3.

Selain karena faktor makanan, mata bisa juga terganggu karena melihat sesuatu terutama buku, tv dengan jarak yang dekat, juga bisa karena melihat sesuatu dalam jangka waktu yang terlalu lama, seperti melihat komputer, buku, dan sebagainya.

            Mata juga perlu istirahat. Oleh sebab itu, mata jangan selalu di fokuskan ke suatu objek terus menerus, dalam waktu 15 sampai 30 menit mata diistirahatkan dengan cara melihat benda lain, atau benda yang lebih jauh. Lebih bagus lagi apabila digunakan untuk melihat sesuatu yang berwarna hijau.

            Olahraga otot mata dengan cara bola mata di putar ke sudut kanan, kiri, atas, bawah, beberapa kali, juga boleh dengan pijitan ringan di sekitar mata. Otot leher juga sekalian di putar putar, supaya aliran darah tetap berjalan normal dan mata tetap sehat.

 

C. CARA PERAWATAN MATA

Mata adalah salah satu dari indera tubuh manusia yang sangat kompleks & berfungsi untuk penglihatan. Meskipun fungsinya bagi kehidupan manusia sangat penting, namun sering kali kurang terperhatikan, sehingga banyak penyakit yang menyerang mata tidak diobati dengan baik & menyebabkan gangguan penglihatan sampai kebutaan.

Untuk mencegah kebutaan, sebaiknya setiap kali mengalami gangguan di mata, segeralah berkonsultasi dengan dokter langganannya. Disarankan juga untuk memeriksakan mata setiap tahun ke dokter, bersamaan dengan pemeriksaan kesehatan rutin secara umum. Sehingga, dokter dapat mengobati lebih awal & mencegah penyakit yang lebih parah untuk gangguan-gangguan yang terjadi pada mata yang dapat mengganggu aktivitas sampai menyebabkan kebutaan. Pemeriksaan mata rutin dapat dilakukan lebih sering pada mereka yang memiliki riwayat keluarga dengan penyakit-penyakit mata seperti tekanan bola mata tinggi (glukoma) atau katarak di usia muda.

Gangguan penglihatan yang paling sering dialami adalah rabun, dapat berupa rabun jauh, rabun dekat yang biasanya dialami mereka yang berusia di atas 40 tahun, atau campuran keduanya. Semua jenis rabun mata pada intinya adalah gangguan memfokuskan bayangan benda yang dilihat. Rabun dapat diatasi dengan menggunakan kaca mata atau lensa kontak.

Selain rabun, gangguan penglihatan yang sering dialami adalah astigmatisme, yaitu kelainan pada mata sehingga pancaran cahaya dari 1 titik tidak jatuh pada 1 titik fokus, yang menyebabkan pandangan menjadi kabur. Astigmatisme dapat diatasi dengan kaca mata atau lensa kontak.

Rabun & astigmatisme juga dapat diobati dengan kemajuan teknologi yang dapat mengoreksi kelainan mata dengan bedah refraktif menggunakan sinar laser (LASIK) oleh dokter mata, sehingga penderita rabun & astigmatisme bisa terbebas dari penggunaan kaca mata atau lensa kontak.

 

Senin, 10 Januari 2011

Berolah raga dan Aktivitas saat hamil

Jika Anda tak sempat berolahraga, ubah cara pandang Anda. Pekerjaan rumah tangga bukan lagi beban, tapi bisa dimanfaatkan sebagai olahraga. Mengepel, mengelap jendela, dan menyapu adalah kegiatan yang banyak mengandalkan otot-otot tubuh yang diperlukan dalam kehamilan dan persalinan. Rumah bersih, tubuh bunda pun sehat.

Bila kandungan sudah cukup bulan, seorang ibu hamil justru disarankan banyak melakukan aktifitas untuk dapat melancarkan persalinan. Bahkan gerakan seperti ‘nungging’ saat mengepel atau banyak berjalan kaki adalah pilihan aktifitas yang bisa dipertimbangkan.

MENGEPEL.
Menungging atau bersujud, gerakan saat mengepel lantai dapat dilakukan mulai minggu ke-34 ketika janin sudah bersiap-siap turun ke jalan lahir. Mengepel bisa dilakukan 2-3 kali per minggu, atau setiap hari, terutama pada minggu-mingu menjelang melahirkan.
• Lakukan gerakan dromedary droop, yaitu menungging dengan posisi kedua kaki ditekuk, tangan dalam posisi tegak lurus, telapak tangan dan lutut menempel di permukaan lantai.
• Kemudian angkat pinggang dan panggul ke arah atas, tundukkan kepala, tahan sampai hitungan ke -8. Kemudian gerakkan kain pel untuk membersihkan lantai.
Menguatkan otot-otot punggung, bokong, panggul, dan membantu posisi janin mendekati jalan lahir.
Gerakan ini juga dianjurkan bagi kehamilan sungsang agar posisi bayi kembali ke posisi normal. Bukan dalam posisi dromedary droop melainkan posisi knee-chest yakni menungging dalam posisi lutut lebih rendah dari bokong, lutut dan telapak tangan menempel pada permukaan lantai.

MENGELAP JENDELA.
Anda akan menggunakan kedua lengan dan kaki, mengandalkan kekuatan otot panggul dan pinggang. Mengelap jendela dilakukan dalam posisi berdiri.
• Lakukan gerakan mengelap dari atas ke bawah, bergantian antara tangan kanan dan kiri agar ada keseimbangan gerak.
• Untuk melatih otot panggul dan pinggang, ambil posisi setengah jongkok, seperti mau duduk. Sementara tangan tetap mengelap jendela.
• Tahan posisi setengah jongkok itu selama 5 detik, kemudian berdiri. Ulangi 5 kali gerakan.
• Kemudian ganti gerakan. Kaki kiri mundur kira-kira 20 cm dalam posisi lurus, kaki kanan menghadap ke depan, tekuk. Sementara Anda tetap membersihkan jendela.
• Tahan kira-kira 20 detik, kemudian lepaskan.
• Ganti. Kaki kanan mundur, kaki kiri yang maju.
Menguatkan otot-otot lengan, paha bagian atas, kaki, dan melenturkan otot-otot pinggang dan panggul. Otot panggul yang lentur akan memudahkan persalinan.


MENYAPU.
Menyapu sama dengan kegiatan berjalan kaki dan melatih otot-otot lengan dan tangan. Saat menjangkau kotoran di kolong meja atau lemari, Anda mengandalkan otot-otot lengan. Yaitu saat Anda meluruskan lengan. Sementara itu posisi tubuh berdiri, kemudian setengah membungkuk yang disebut posisi forward bend.

Manfaat:
• Memperkuat otot paru-paru dan jantung.
• Memacu jantung melancarkan aliran darah ke seluruh tubuh, khususnya aliran darah dari pembuluh darah balik (vena) di kaki.
• Meningkatkan stamina, memperkuat otot-otot lengan, tungkai dan pinggang.
• Perhatikan:
• Pastikan tumit menjejak lantai lebih dahulu, lalu gerakkan seluruh bagian kaki agar kaki dapat menapak lebih kuat dan stabil.
• Pilih sapu bertangkai panjang sesuai dengan tinggi badan. Lakukan gerakan menyapu dengan dua tangan.
• Menyapu bergantian antara tangan kanan dan tangan kiri agar beban pada otot tanan kanan dan kiri menjadi sama.
• Usahakan agar bahu Anda dalam posisi santai.
Menggunakan vacuum cleaner hampir sama dengan menyapu, yakni banyak mengandalkan kaki, tangan dan kekuatan otot batang tubuh saat harus setengah membungkuk. Kenakan masker penutup hidung agar tidak kemasukan debu.

Perhatikan! Hentikan kegiatan bila :
• Muncul flek dari vagina.
• Sakit kepala.
• Demam.
• Nyeri di bagian perut.
• Perdarahan.
• Kram.
• Pecah ketuban.
• Merasa lelah.

Meski semua ini kegiatan rumah tangga, sebaiknya tetap konsultasikan dulu pada dokter kandungan sebelum melakukannya.

Sumber : http://www.ayahbunda.co.id/artikel/Kehamilan/Gizi+dan+Kesehatan/berolahraga.dengan.membersihkan.rumah/001/001/1417/2

Minggu, 14 November 2010

Kebutuhan Spiritual

Manusia, terkait dengan eksistensi sosialnya, memiliki dua macam kebutuhan dasar, yaitu kebutuhan material dan kebutuhan spiritual. Kebutuhan material manusia antara lain adalah pangan, air, papan, sandang, obat dan sebagainya. Kebutuhan spiritual manusia adalah pendidikan, pengetahuan, sastra, seni, gagasan filosofis, agama, ideologi, prinsip moral dan sebagainya. Manusia selalu memiliki dua macam kebutuhan ini. Para pendukung fundamentalitas kebutuhan material berpendapat bahwa kebutuhan material lebih penting dan lebih utama sedangkan kebutuhan spiritual manusia merupakan produk sampingan dari kebutuhan materialnya.

Teori fundamental kebutuhan materialisme tampaknya tidak berlaku secara merata bagi setiap manusia, bahkan dalam setiap perkembangan kehidupan manusia itu sendiri. Teori tersebut mungkin lebih bisa diterima dalam masyarakat perkotaan yang cenderung menjadikan agama sekadar kewajiban, situasi kehidupan materialisme membuat materi menjadi solusi kebahagiaan sehingga penghayatan agama menjadi terkesampingkan. Sebaliknya, bagi masyarakat desa agama adalah kebutuhan, yang secara praktis dapat memberi mereka jawaban-jawaban esensial untuk menjalani hidup.

Kegiatan keagamaan atau religiositas adalah derajat dan jenis ekspresi dan partisipasi religi/agama dari seseorang (lansia). Beberapa indikator religiositas antara lain kehadiran di tempat ibadah, partisipasi dalam kegiatan keagamaan, beribadah, membaca kitab suci, melakukan kebaktian, sholat, berdzikir atau meditasi, dan kegiatan keagamaan yang lain sesuai tuntunan kitab suci atau pedoman dalam agamanya.

Namun seiring dengan berkembangnya jaman, dimana suasana perkotaan sudah merambah berbagai pelosok desa, nilai-nilai spiritualitas mengalami pergesekan maupun pergeseran. Tuntutan kebutuhan material yang semakin tinggi tetapi tidak didukung sistem dan kemampuan sumber daya di desa, terkadang membuat sebagian masyarakat desa mencari jalan alternatif yang irasional. Bagi kaum muda yang masih mempunyai tenaga yang kuat, menyikapi tingginya kebutuhan material, mungkin mereka akan pergi ke kota-kota besar dengan bekerja sebagai tenaga kasar, kuli bangunan, atau pedagang kaki lima. Sebagian yang lain, terutama yang malas atau kurang bisa menggunakan tenaga muda, mereka akan mencari uang dengan menghalalkan segala cara, misalnya menjual diri. Namun, bagaimana dengan kaum yang sudah tua? tenaga sudah jauh menurun, penampilan sudah tidak secerah waktu muda, penghasilan semakin berkurang, kebutuhan hidup tetap tinggi, apa yang akan mereka lakukan? Bagaimana nilai-nilai spiritualitas mampu mengarahkannya?

Memang ada sebagian masyarakat yang dengan semakin bertambahnya usia, mereka semakin taat pada ajaran agamanya dan semakin berserah diri kepada Tuhannya. Namun, sebagian yang lain mencari nilai-nilai spiritual melalui cara-cara yang justru bertentangan dengan ajaran agama yang dianutnya, seperti percaya pada kuburan, pergi ke dukun, mengunjungi tempat-tempat keramat, dan bersemedi untuk mendapatkan keajaiban-keajaiban yang sulit dinalar.

Sebenarnya, kembali lagi pada konsep kebutuhan manusia. Jika dari awal seseorang memang mempunyai orientasi materialisme, maka di masa-masa tuanya ideologi tersebut tetap dipegangnya. Justru karena materi itu tidak kekal, orang yang berorientasi materialisme ini di masa tuanya akan mengalami keguncangan, ambivalensi, dan ketidak-berdayaan. Sehingga, berbagai cara akan ditempuhnya untuk tetap memenuhi kebutuhan materialnya, walaupun cara-cara yang dipilih terkesan kurang masuk akal.

Jika seseorang sejak awal berorientasi pada konsep spiritualisme, maka segala tindakan dan upaya apapun yang mereka lakukan seperti sholat, beribadah, bekerja, termasuk untuk kebutuhan material, tetap harus sesuai dengan nilai-nilai spiritual. Tindakan tersebut tidak boleh bertentangan dengan nilai-nilai spiritual yang dianutnya, karena kegiatan atau segala tindakannya adalah suatu cara mengekspresikan nilai-nilai spiritual. Sehingga di saat usianya sudah lanjut, tenaganya untuk bekerja sudah menurun, ada energi lain yang tetap membuatnya tetap tegar, semangat, dan merasa bahagia di akhir kehidupannya. Nilai-nilai cinta kasih, makna kedekatan dengan tuhan, kebutuhan mencintai tuhan dan perasaan dicintai tuhan, melebihi dari kebutuhan apapun yang ada di dunia. Sehingga walaupun sehari makan hanya dua kali atau bahkan hanya sekali, perut terasa tidak lapar karena sudah tergantikan oleh nikmatnya mencintai, dicintai dan dekat dengan tuhan yang maha segala-galanya.

Spiritualitas digambarkan sebagai kekuatan yang menyatukan, memberi makna pada kehidupan dan terdiri dari nilai-nilai individu, persepsi dan kepercayaan juga keterikatan di antara individu. Kebutuhan spiritual diidentifikasi sebagai kebutuhan dasar segala usia, kebutuhan akan makna dan tujuan, akan cinta dan keterikatan, dan akan pengampunan (Mc.Stanley, 2007).

Achir Yani S Hamid (2000) menjelaskan bahwa kebutuhan spiritual adalah kebutuhan untuk mempertahankan atau mengembalikan keyakinan dan memenuhi kewajiban agama, serta kebutuhan untuk mendapatkan maaf dan pengampunan, mencintai, menjalin hubungan penuh rasa percaya dengan Tuhan. Kebutuhan spiritual merupakan kebutuhan untuk mencari arti dan tujuan hidup, kebutuhan untuk mencintai dan dicintai serta rasa keterikatan, kebutuhan untuk memberikan dan mendapatkan maaf. Dimensi spiritual ini berupaya untuk mempertahankan keharmonisan atau keselarasan dengan dunia luar, berjuang untuk menjawab atau mendapatkan kekuatan ketika sedang menghadapi stres emosional, penyakit fisik atau kematian.

Kesimpulannya adalah spiritualitas berhubungan dengan keyakinan internal seseorang dan pengalaman pribadi dengan Tuhan, sedangkan kegiatan beragama adalah cara mengekspresikan aspek dari dalam keyakinan seseorang. Kebutuhan spiritual merupakan kebutuhan untuk mencari arti dan tujuan hidup, kebutuhan untuk mencintai dan dicintai serta rasa keterikatan, pasrah kepada Tuhan dan kebutuhan untuk memberikan dan mendapatkan maaf.

Rabu, 03 November 2010

HIPERTENSI DAN GARAM

Hipertensi / tekanan darah tinggi mempercepat pengerasan arteri dan dengan demikian merupakan penyebab utama terjadinya arterioslerosis, biasanya pada arteri koroner tetapi juga pada arteri yang memasok darah ke otak maupun ke kaki.

 

Hipertensi dapat diklasifikasikan menjadi 2 jenis yaitu hipertensi primer atau esensial (95 % kasus hipertensi) yang penyebabnya tidak diketahui dan hipertensi sekunder (5 % kasus hipertensi) yang dapat disebabkan oleh penyakit ginjal, penyakit endokrin, penyakit jantung, gangguan anak ginjal, dll.

 

Faktor-faktor yang mempertinggi resiko terjadinya hipertensi antara lain:
   1. Keturunan
   2. Usia
   3. Berat Badan
   4. Konsumsi Garam
   5. Ras
   6. Pola makan dan gaya hidup
   7. Aktivitas olahraga

 

Hipertensi selama ini sering dikaitkan dengan kelebihan konsumsi garam.

Garam itu mengandung ion Natrium. Kelebihan natrium dapat mengganggu keseimbangan proporsi Na:K yang mempengaruhi aktivitas osmosis. Keadaan ini dapat menarik cairan dari serum darah sehingga darah lebih kental sifatnya. Akibatnya darah menjadi kental dan kerja jantung semakin berat untuk memompa. Sebenarnya bukan hanya garam dapur saja yang bisa meningkatkan kadar Na. Salah satu zat yang sering kita temui dalam pangan adalah MSG (Mono Sodium Glutamate). MSG sendiri juga cukup banyak mengandung Na. Jadi bisa dimungkinkan orang yang rentan darah tinggi akan terganggu bila mengonsumsi MSG.

 

Kita boleh tidak makan garam, asal ada sodium dalam menu harian. Banyak menu harian yang menyimpan sodium dan itu sudah bisa mencukupi kebutuhan tubuh. Namun, oleh karena sodium yang secara alami terkandung dalam bahan makanan tidak berikatan dengan chlor, tak memberi cita rasa asin pada lidah kita.

Itu berarti, kendati menu yang kita konsumsi tanpa garam atau tak bercita rasa asin, tidak bermakna tubuh tak memperoleh kecukupan sodium. Walau tidak terasa asin, daging sapi, sarden, keju, roti jagung, dan keripik kentang kaya unsur sodium. Demikian pula kebanyakan menu harian orang Eskimo, Dayak dan Indian yang tidak asin namun tubuh tidak kekurangan sodium.

Jadi sebetulnya lidah kitalah yang sudah dirusak oleh budaya makan asin, sehingga cenderung salah memilih menu yang sesuai dengan yang tubuh butuhkan. Dan rasa asin memang meningkatkan cita rasa menu alami. Garam di meja makan kita bukti tradisi bahwa tuntutan lidah orang modern cenderung merasa menunya kurang asin..

Konsumsilah garam kurang dari 7 gram perhari.

Tubuh membutuhkan kurang dari tujuh gram garam dapur sehari atau setara dengan 3.000 mg sodium. Kebanyakan menu harian kita memberi berlipat-lipat kali lebih banyak dari itu.

Selain meninggikan tekanan darah, kerja ginjal jadi jauh lebih berat untuk membuangnya. Jika sangat berlebihan bisa bikin pikiran kacau dan jatuh koma.

Satu sendok teh garam dapur berisi 2.000 mg sodium. Sodium yang terkandungdalam setiap menu modern rata-rata sekitar 500 mg. Pada takaran itu ginjal sudah perlu lembur untuk tetapmempertahankan keseimbangan cairan dan asam-basa agar mesin tubuh tak kacau dari penyakit akibat kelebihan sodium tidak sampai muncul.

Jenis makanan yang banyak mengandung sodium, antara lain, soda kue, bubuksoda sebagal pengawet, obat pencahar (laxative), menu yang dipanggang, keju, makanan kaleng dan laut (seafood), serta padi-padian (cereals). Bagi yang pantang garam, juga perlu menjauhi jenis sumber sodium tinggi ini.

Jenis makanan yang rendah sodium, antara lain, buah dan sayur-mayur segar, daging dan unggas segar, jenis cereals dan gandum yang dimasak. Di kawasan Uni Eropa sekarang ini ada ketentuan labelisasi produk untuk beberapa jenis makanan yang tinggi sodium, agar konsumen tidak terjebak mengonsumsinya secara berlebihan. Di antaranya, aneka jenis saus, ikan yang sudah diproses, roti, sup, bumbu bergaram (MSG), dan sekarang termasuk juga semua jenis makanan bayi (dulu garam dapur bukan tergolong bahan tambahan dalam makanan atau food additive).

Bukan cuma darah tinggi, orang yang mengidap penyakit jantung dan tungkainya bengkak, perlu membatasi asupan sodium juga. Begitu juga jika mengidap penyakit ginjal, keracunan kehamilan (toxemia gravidarum), dan gangguan hati. Termasuk mereka yang sedang menjalani terapi dengan obat golongan corticosteroid (pasien asam kena penyakit autoimmune, kulit, ginjal nephritic syndrome).

Selain itu, banyak gangguan yang meninggikan kadar sodium dalam darah (hypernatremia), seperti pada penyakit diabetes insipidus (kencing terus), gagal ginjal menahun, kelebihan zat kapur (hypercalcemia), atau kekurangan kalium (hypokalemia), termasuk jika tubuh kehilangan cairan seperti pada banyak berkeringat, diare, dan penyakit kurang minum (gangguan rasa haus). Dan tentu banyak makan garam, tanpa dibarengi kecukupan minum.

Namun, jika pantang garam kelewat ketat bisa berbahaya juga. Kekurangan sodium dan chlor secara drastis bisa menjadi beban lain bagi ginjal, dengan gejala pembengkakan (oedema) juga. Kaki bengkak lantaran penyakit jantung, hati, atau ginjal, berbeda dengan bengkak sebab kekurangan sodium.

Yang pantang sodium dibagi menjadi pantang ketat, cukup 500 gram sodium setara dengan 1,5 gram garam dapur, pantang sedang 800 gram (2 gram), dan pantang ringan 2.000 gram (5 gram).

 

Jumat, 09 April 2010

Pola Pengasuhan Anak

Menurut Soetjiningsih (1995) pola pengasuhan adalah kemampuan keluarga terutama ibu untuk menyediakan waktu, perhatian dan dukungan terhadap anak agar dapat tumbuh dan berkembang sebaik-baiknya secara fisik, mental dan sosial yang meliputi pemenuhan kebutuhan dasar anak, seperti pemberian makanan, mandi dan menyediakan serta memakaikan pakaian buat anak termasuk didalamnya adalah memonitoring kesehatan anak, menyediakan obat, dan merawat serta membawanya ke petugas kesehatan.

Pengasuhan anak merupakan tanggung jawab seluruh anggota keluarga dan masyarakat. Dimana tidak hanya anak saja yang perlu diberikan pengasuhan, calon ibu pun diberikan pengasuhan. Calon ibu diberikan asuhan oleh petugas kesehatan atau masyarakat secara prima agar dapat menjalankan fungsinya. Pengasuhan anak ini memerlukan penyediaan sejumlah waktu, respon pengasuh terhadap tanda yang diberikan anak, dukungan terhadap fisik dan mental serta sosial anak bagi proses pertumbuhan.

Pengasuhan anak merupakan bagian yang sangat penting dari proses sosialisasi yang dapat berakibta besar terhadapa kelakuan si anak jika dia sudah emnjadi dewasa. Hal ini terkait dengan kelakuan manusia yang bervariasi tergantung pada masyarakat yang dibicarakannya atau pendukung kebudayaan tersebut. Variasi-variasi itu diteruskan dari satu generasi ke generasi yang berikutnya melalui "sosial learning" (linton, 1962;127-129). Pengaruh kebudayaan pada keprbadian anak sangat besar dengan cirri-ciri kepribadian anak yang berkebudayaaan berlainan tidaklah sama. Hal ini disebabkan oleh sistem nilai kebudayaan masing-masing yang berbeda sehingga cara mengasuh dan mendidiknypun berbeda (linton, 1962 :119-121)

Proses sosialisasi bersangkutan dengan proses belajar kebudayaan dalam hubungan dengan sistem sosial. Dalam proses itu seorang individu dari masa kanak-kanak hingga masa tuanya belajar pola-pola tindakan dalam interaksi dengan segala macam perananan sosial yang mungkin ada dalam kehidupan sehari-hari (koentjaraningrat, 1980;243). Sedangkan dalam konsep watak kebudayaan sebagai kesamaan regularities sifat di dalam organisasai intra psikis individu  anggota suatu masyarakat tertentu yang diperoleh karena cara pengasuhan anak yang sama di dalam masyarakat yang bersangkutan, (Margaret Mead dalam  James Danandjaja, 2005) Apabila ini dikaitka dengan konsep watak masyarakat dilandasi oleh pikiran untuk menghubungkan kepribadian tipikal dari suatu kebudayaan dengan kebutuhan obyektif   tersebut membentuk watak masyarakat dari masyarakat tersebut melalui latihan yang dilakukan oleh orang tua terhadap anak-anak mereka, sementara orang tua telah memperoleh unsur-unsur watak tersebut baik dari orangtuanya atau sebagai jawaban langsung terhadap kondisi-kondisi perubahan masyarakat.

Adanya perbedaan sifat-sifat kepribadian atau tempramen antara anak laki-laki dan anak perempuan tidak bersifat universal. Hal ini disebabkan karena adanya perbedaan kebudayaan struktur sosial, dan sejarah seperti yang dimiliki kaum wanita pada umumnya dimasayarkat ero-Amerika. Hal ini juga terkait dalam pergaulan adat mengenai seks, yang cukup berperan aktif dalam kebudayaan wanita. Oleh karena itu tidak mengherankan apabila yang berias diri adalah kaum laki-lakinya pada masyarakat tchambuli berbeda dengan yang dimiliki kaum wanita pada masyarakat ero-amerika (Mead, 1935).  Misalnya pada wanita jawa dari kalangan atas, apabila berada di depan umum akan mempertunjukan kepribadian yang lembut, namun jika berada di rumah sendiri kepribadian seperti itu tidak akan dipertahankan, melainkan tergantung kepribadian perorangannya, situasi dan kondisi. Kepribadian yang lemah lembut itu adalah kepribadian yang ditentukan oleh kebudayaan Jawa bagi kaum wanitanya sebagai kepribadian formal, namun tidak formal lain lagi tergantung watak pribadinya serta situasi dan kondisi (Mead dalam Danandjaja, 2005 )

Pada orang jepang berkelebihan terhadap upacara kerapihan, dan ketertiban ada keinginan tersembunyi untuk berbuat agresif. Sifat seperti ini timbul sebagai akibat kebencian sewaktu bayi, yang di paksakan untuk melakukan sesuatu yang tidak ia mengerti, karena harus mengendalikan otot lubang duburnya, sebelum ia dapat menguasainya. Kebencian ini akan tetap merupakan sebagaian kepribadiannya setelah dewasa nanti.(Gorer, 1943) Disisi lain seoarang bayi rusia akan dibedong dengan erat dengan sehelai kain panjang yang mengikat tungkai bawahnya maupun tungkai atanya lurus dikedua samping tubuhnya. Alasan yang diberikan untuk membedong ini adalah seoarang bayi mempunyai potensi kekuatan yang sangat besar, jika tidak dibedong akan menyakiti tubuhnya sendiri. Pembedongan ini akan dilepas dari ikatan bedongnya sewaktu disusui saja dan dilakukan sampai usui Sembilan bulan. Pembedongan ini sangat menghambatbukan saja gerak fisik anak, melainkan juga ekspres emosial mlalui seluruh tubunya. Oleh karena itu dengan pembedongan ini jiwanya akan terkekang sehingga menimbulkan frustasi. Akibatnya timbulah manic depressive masal pada orang rusia dewasa pada umunya. Itulah sebabnya setelah dewasa orang rusia senang akan berpesta gila-gilaan dengan minuman keras. Tetapi dengan kondisi lain mereka merasa sedih dan dosa (Gorer, 1949).

Disisilain pola pengasuhan anak pada setiap suku bangsa, suku bangsa, atau masyarakat berbeda-beda. Bahkan dalam tiap keluarga bentuk pola pengasuhan anaknya tidak sama. Hal ini selain di pengaruhi oleh keadaan lingkungan sekitar juga oleh faktor kehdupan latar belakang. Misalnya latar belakang pendidikan, mata pencaharian, keadaan sosial dan ekonomi. Hal ini lah yang membuat pola pengasuhan anak berbeda-beda. Pola pengasuhan anak dalam keluarga pedagang berbeda dengan pola pengasuhan anak petani.