Senin, 10 November 2008

PERAN ORANG TUA

OLEH : SALSABILA SHAFIRA ADIN

Pengertian
Peran adalah suatu pola sikap, nilai dan tujuan yang diharapkan dari seseorang yang berdasarkan posisinya di masyarakat. Sementara untuk posisi tersebut merupakan identifikasi dari status atau tempat seseorang dalam suatu sistim sosial dan merupakan perwujudan aktualisasi diri.Peran adalah pola perilaku yang diharapkan masyarakat dihubungkan dengan fungsi individu dalam kelompok sosialnya.

Di dalam kehidupan bermasyarakat setiap orang memiliki peran yang berbeda yang dipengaruhi oleh posisi dalam tiap waktu. Di masyarakat, peran pada seseorang dapat menyebabkan stressor terhadap peran. Karena diakibatkan oleh struktur sosial konflik peran, peran yang tidak jelas, peran yang tidak sesuai, peran yang terlalu banyak. Peran atau peranan adalah aspek dinamis dari suatu kedudukan. Apabila seseorang melaksanakan hak dan kewajiban sesuai dengan kedudukannya, maka dia menjalankan suatu peranan

Peran keluarga menggambarkan seperangkat perilaku interpersonal, sifat, kegiatan yang berhubungan dengan individu dalam posisi dan situasi tertentu. Peranan individu dalam keluarga didasari oleh harapan dan pola perilaku dari perilaku, kelompok, masyarakat.

Peran Masing-masing Anggota Keluarga :

Peranan ayah:
  • ayah sebagai suami dari istri dan bapak dari anak-anak,
  • sebagai pencari nafkah,
  • pendidik, berpartisipasi dalam pendidikan anak
  • pelindung dan pemberi rasa aman, sebagai kepala keluarga, sebagai pelindung atau tokoh yang tegas, bijaksana, mengasihikeluarga
  • sebagai anggota kelompok sosialnya serta sebagai anggota masyarakat.

Sedangkan peranan ibu :

  • sebagai istri dan ibu dari anak-anaknya,
  • ibu mempunyai peranan untuk mengurus rumah tangga,
  • sebagai pengasuh ,merawat dan mengurus keluarga dengan sabar, mesra dan konsisten
  • pendidik anak-anaknya, mendidik, mengatur dan mengendalikan anak
  • menjadi contoh dan teladan bagi anak
  • sebagai salah satu kelompok dari peranan sosialnya.

Ruang Lingkup Peran Keluarga :

Menurut Ibrahim GJ dalam Soetjiningsih, 1998: 125. Keluarga merupakan tempat membina pengalaman yang tidak ternilai bagai anak dalam hal :

  1. Biologis
    Pengasuh anak dan kasih sayang, makanan yang bergizi bagi anggota keluarga, perawatan kesehatan dan pencegahan, melakukan aktivitas dan istirahat.
  2. Socio Cultural
    Keluarga meupakan alat untuk menurunkan tradisi adat istiadat (bahasa, kebudayaan), keluarga merupakan tempat untuk sosialisasi
  3. Psikologi
    Keluarga membentuk kepribadian dan rasa percaya diri, keluarga mengembangkan kemampuan berhubungan dengan orang lain, keluarga merupakan tempat untuk pembentukan perkembangan emosi dan intelektual.
  4. Ekonomi
    Keluarga berperan dalm mengetahui perolehan penghasilan dan bagaimana alokasinya, keluarga berperan dalam pengaturan keuangan dan kita bisa menabung.
  5. Pendidikan Keluarga berperan dalam persiapan untuk kehidupan masa depan, keluarga membuat anak memperoleh pengetahuan dan ketrampilan, keluarga membuat anak mengerti orang dewasa.

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Peran
Menurut Abraham (1997), faktor‑faktor yang mempengaruhi peran sebagai berikut :
1. Kejelasan perilaku dan pengetahuan
2. Konsistensi respon orang yang berarti
3. Kesesuaian dan keseimbangan antara peran yang diemban.
4. Keselarasan budaya dan anggapan individu terhadap perilaku.
5. Permasalahan situasi yang akan menciptakan ketidaksesuaian peran.

Jumat, 07 November 2008

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Persepsi


Bagaimana kita menjelaskan bahwa individu-individu mungkin memandang satu benda yang sama, namun mempersepsikannya secara berbeda? Sejumlah faktor berperan dalam membentuk dan kadang memutar-balik persepsi. Faktor-faktor ini dapat berada dalam pihak pelaku persepsi, dalam objek atau target yang dipersepsikan, atau dalam konteks situasi di mana persepsi itu di buat
Ketika individu memandang ke objek tertentu dan mencoba menafsirkan apa yang dilihatnya, penafsiran itu sangat dipengaruhi oleh karakteristik pribadi individu pelaku persepsi itu. Di antara karakteistik pribadi yang mempengaruhi persepsi adalah sikap, kepribadian, motif, kepentingan atau minat, pengalaman masa lalu, dan harapan. Sebagai contoh, jika anda berpikir jika perwira polisi harus berwibawa, anak muda harus tidak ambisius, atau individu yang mengaku jabatan publik pasti tidak jujur, maka mungkin anda mempersepsikan mereka dalam cara ini, tanpa memperdulikan ciri-ciri mereka yang sebenarnya.